Relasi Masa Melalui Komunikasi Massa

 

Relasi Masa Melalui Media Massa


Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa dalam tinjauan praktis merupakan proses yang dimana penyampaian pesannya dari komunikator (pengirim) kepada komunikan (penerima) dengan menggunakan atau memakai media massa yang berguna sebagai perantaranya. Di sisi lain pengiriman pesannya menggunakan media massa, pihak komunikan dalam komunikasi massa ini tidak hanya berjumlah satu orang saja, tetapi melibatkan banyak orang. Dengan kata lain pesan dalam komunikasi massa ini sendiri ditujukan kepada massa.[1] Dalam komunikasi massa sendiri media yang dipakai sangatlah banyak sekali yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang mencangkup jarak atau massa yang luas, saluran komunikasi yang sering digunakan dapat berupa media massa cetak, elektronik, atau media massa online.

          Saluran media massa cetak biasanya digunakan untuk mengirim pesan yang bersifat teks atau visual. Jenisnya meliputi koran , majalah , tabloid , poster , pamflet. Sementara media massa elektronik, ialah media pengiriman pesan secara mekanis yang dimana penyampaian pesan atau informasi nya bersifat audio untuk radio ,televisi dan lainnya. Lalu terdapat media massa online yang dimana media online ini dalam penyampaian pesan lebih cepat dan lebih bergairah , dimana khalayak dapat berperan aktif juga sebagai komunikator atau komunikan. Itu dikarenakan media online menggunakan jaringan internet sehingga pengguna bisa saling memberikan feedback secara cepat.[2] Berbeda dengan radio ataupun televisi yang cenderung menjadikan khalayak sebagai penerima pesan saja tanpa umpan balik.

 

Karakteristik Komunikasi Massa

          Komunikasi massa berbeda dengan komunikasi antarpesonal dan komunikasi kelompok. Perbedaan itu terdapat pada komponen – komponen yang terlibat didalamnya, dan juga proses berjalannya komunikasi tersebut. Namun agar komunikasi massa ini tampak jelas , maka pembahasannya perlu dibandingkan dengan komunikasi laiinya.

Karakterististik komunikasi sebagai berikut:

1.     Komunikator Terlembagakan

Ciri komunikasi massa yang pertama ini adalah terletak pada komunikatornya. Dengan mengingat , bahwasanya komunikasi massa sendiri melibatkan lembaga , dan komunikatornya pun bergerak dalam sebuah organisasi yang kompleks. Jadi, berapa orang yang terlibat dalam komunikasi massa itu , berapa macam peralatan yang digunakan dan berapa banyak biaya yang diperlukan sifatnya relatif. Namun yang pasti, komunikasi massa itu kompleks.

2.     Pesan Bersifat Umum

Komunikasi massa itu sifatnya terbuka, yang dimaksud adalah komunikasi massa itu ditujukan kepada semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karena itu, pesan komunikasi massa bersifat umum. Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta dan peristiwa yang terjadi disekitar kita yang dapat dimuat dalam media massa.

3.     Komunikannya anonim dan heterogen

Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen, Komunikasi massa, komunikatornya tidak mengenal komunikan (anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. Disamping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang berbeda

4.     Media Massa Menimbulkan Keserempakan

Keserempakan media massa itu merupakan keserempakan kontak yang berkaitan dengan jumlah besarnya penduduk dalam jarak yang luas dan jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam ruang lingkup dan keadaan yang terpisah. Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya, adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan sangat luas dan tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut secara serempak pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula.

     5.Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan

Setiap komunikasi melibatkan berbagai unsur, isi dan unsur hubungan sekaligus. Tetapi pada komunikasi massa ini yang paling diutanakan  dan paling penting adalah unsur isi. Jadi di dalam komunikasi lainnya yang memnetukan pada efektivitas komunikasi bukanlah struktur, tetapi pada aspek hubungan manusia, bukan pada “apanya” tetapi pada “bagaimana”. Sedangkan komunikasi massa menekankan dan mementingkan pada “apanya”. Dalam komunikasi massa pesan harus disusun sedemikan rupa berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang digunakan.

5.     Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah

Komunikator dan komunikan tidak dapat terlihat atau erlibat secara langsung, dikarenakan proses pada komunikasi massa ini memakai media massa.

6.     Stimulasi Alat Indera “Terbatas”

Stimulasi alat indra tergantung pada media sosial yang digunakan. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, pada media radio masyarakat atau penerima hanya mendengarkan, sedangkan pada media televisi dan film kita menggunakan indra pengelihatan dan pendengaran.

7.     Umpan Balik Tertunda (Delayed)

Komponen umpan balik atau yang lebih popular dengan sebutan feedback merupakan faktor yang penting dalam bentuk komunikasi apapun. Efektivitas komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan.

Fungsi Komunikasi Massa

Terdapat banyak pendapat yang dikemukakan untuk mencari tau perihal fungsi – fungsi komunikasi massa. Seperti halnya dengan definisi komunikasi massa, fungsi komunikasi massa juga memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda satu sama lain. Walaupun satu pendapat dengan pendapat yang lain cukup berbeda, tetapi titik tekan mereka kemungkinan sama. Secara umum, fungsi komunikasi massa dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

a.     Informasi

Fungsi informasi ialah sebagao fungsi paling penting yang terdapat didalam komunikasi massa. Bagian atau unsur paling penting untuk mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang diberikan. Fakta-fakta yang dicari wartawan di lapangan lalu dituangkannya kedalam tulisan juga merupakan informasi.

b.     Hiburan

 Fungsi hiburan untuk media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain. Masalahnya, masyarakat kita masih menjadikan televisi sebagai media hiburan. Hal ini mendudukkan televisi sebagai suatu alat atau media utama hiburan (untuk melepas lelah).Maka dari itu, jangan heran jika jamjam prime time (pukul 19.00 sampai 21.00) akan ditayangkan acara-acara hiburan, entah sinetron, kuis, atau acara jenaka lainnya.

c.      Persuasi

Fungsi persuasif komunikasi massa tidak kalah pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan. Banyak bentuk tulisan yang kalau diperhatikan sekilas hanya berupa informasi, tetapi jika diperhatikan secara lebih jeli ternyata terdapat fungsi persuasi. Bagi Josep A. Devito (1997) fungsi persuasi dianggap sebagai fungsi yang paling penting dari komunikasi massa. Persuasi bisa datang dari berbagai macam bentuk: Pertama, mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang; Kedua, mengubah sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang; Ketiga, menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu; dan Keempat, memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu.

d.     Transmisi Budaya

Transmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan. Transmisi budaya tidak dapat dielakkan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai dampak pada penerimaan individu. Transmisi budaya mengambil tempat dalam dua tingkatan, kontemporer dan historis. Di dalam tingkatan kontemporer, media massa memperkuat konsensus nilai masyarakat, dengan selalu memperkenalkan bibit perubahan secara terus menerus. Hal ini merupakan faktor yang memberi petunjuk teka-teki yang mengitari media massa, mereka secara serempak pengukuh status quo dan mesin perubahan. Sementara itu, secara historis umat manusia telah dapat melewati atau menambahkan pengalaman baru dari sekarang untuk membimbingnya ke masa depan.

e.      Mendorong Kohesi

Sosial Kohesi yang dimaksud di sini adalah penyatuan. Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dengan kata lain, media massa merangsang masyarakat untuk memikirkan dirinya bahwa bercerai-berai bukan keadaan yang baik bagi kehidupan mereka. Media massa yang memberitakan arti pentingnya kerukunan hidup umat beragama, sama saja media massa itu mendorong kohesi sosial. Akan tetapi, ketika media massa mempunyai fungsi untuk menciptakan integrasi sosial, sebenarnya di sisi lain media juga memiliki peluang untuk menciptakan disintegrasi sosial. Jadi, sebenarnya peluang untuk menciptakan integrasi dan disintegrasi sama besarnya.

f.       Pengawasan

Bagi Laswell, komunikasi massa mempunyai fungsi pengawasan. Artinya, menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadiankejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi menjadi dua, yakni warning or beware surveillance atau pengawasan peringatan dan instrumental surveillance atau pengawasan instrumental. Fungsi peringatan dapat dilihat dari pemberitaan tentang munculnya badai, topan, gelombang laut yang mengganas, angin rebut disertai hujan lebat, dan sebagainya.

 Fungsi pengawasan peringatan juga meliputi informasi tentang suatu wabah penyakit yang mulai menyebar akan adanya serangan militer yang dilakukan Negara lain. Sementara itu, fungsi pengawasan yang kedua yaitu pengawasan instrumental. Aktualisasi dari fungsi ini adalah penyebaran informasi yang berguna bagi masyarakat. Harga kebutuhan sehari-hari merupakan informasi penting yang sangat dibutuhkan masyarakat.

g.     Korelasi

Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan bagianbagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat. Bagi Charles R. Wright fungsi korelasi juga termasuk menginterpretasikan pesan yang menyangkut lingkungan dan tingkah laku tertentu dalam mereaksi kejadian-kejadian. Salah satu bagian terpenting dalam menjalankan fungsi korelasi yang termasuk interpretasi bila dilihat dari Tajuk Rencana atau Hoofd Artikel (Belanda),Leader/Leader Writer (Inggris) sebuah surat kabar, meskipun tajuk rencana juga memiliki fungsi persuasi. Tajuk yang biasanya ditulis oleh redaktur senior itu bagi Djafar H. Assegaff (1983) mempunyai 4 fungsi sebagai berikut :

1. Menjelaskan berita

2. Mengisi latar belakang

3. Meramalkan masa depan

 Meneruskan suatu penilaian moral Dengan demikian, tajuk rencana mempunyai fungsi untuk interpretasi kejadiankejadian yang ada dalam masyarakat.

h.     Pewarisan Sosial

Dalam hal ini media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Ada juga yang mengatakan fungsi pewarisan sosial ini dengan transmisi budaya, Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988) dua diantara ilmuwan komunikasi yang mengatakan itu, tetapi fungsi ini sama dengan pewarisan sosial. Sebab, yang namanya budaya meliputi tiga hal, yakni ide atau gagasan, aktivitas, dan benda-benda hasil kegiatan. Ide yang diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya termasuk kebudayaan. Bagi Black dan Whitney transmisi budaya media massa bisa memperkuat kesepakatan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Disamping itu, media juga berperan untuk selalu memperkenalkan ide-ide perubahan yang perlu dilakukan masyarakat secara terus-menerus.

 

 

i.       Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Represif

 Hal yang dilupakan oleh banyak orang adalah bahwa komunikasi massa bisa menjadi sebuah alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi massa berperan memberikan informasi, tetapi informasi ynag diungkapkannya ternyata mempunyai motif-motif tertentu untuk melawan kemapanan. Memang diakui bahwa komunikasi massa juga bisa berperan untuk memperkuat kekuasaan, tetapi juga bisa sebaliknya. j. Menggugat Hubungan Trikotomi Hubungan trikotomi adalah hubungan yang bertolak belakang antara tiga pihak. Dalam kajian komunikasi hubungan trikotomi melibatkan pemerintah, pers, dan masyarakat. Ketiga pihak ini dianggap tidak pernah mencapai kata sepakat karena perbedaan kepentingan masing-masing pihak. Hubungan trikotomi tersebut tidak demokratis. Disinilah komunikasi massa melalui media massa memiliki tugas pentig untuk mengubah hubungan trikotomi yang tidak adil tersebut. Media massa melalui berita-berita yang berbobot, mengungkapkan peristiwa yang bertendensi politik tinggi, tetapi mampu mengungkapkan, mengkritik kebobrokkan pemerintah yang korup dan tidak adil manifestasi dari fungsi tersebut

Unsur-Unsur Komunikasi Massa

Komunikasi massa ialah sebuah proses yang dilakukan melalui media
massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi
kepada khalayak luas. Maka dari itu, unsur-unsur penting dalam
komunikasi massa adalah: 1.Komunikator   2. Pesan  3.Media  4. Komunikan

                                           5. Gatekeeper     6. Noise  7. Feedback

 

 

 

 

Efek Komunikasi Massa

Efek Ekonomis

Dengan kita menggunakan komunikasi masa apapun bisa dijual dan dibeli, semisal ketika kalian melakukan online shopping atau belanja online yang saat ini telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi disitu kalian hanya stay dikasur dirumah dan tidak perlu ke mall atau kemanapun dan barang bisa datang ke tempat anda. Lalu seperti periklanan yang dapat menggunakan media apapun media cetak,media elektronik bahkan media sosial dan pengaruh iklan sendiri juga sangat jelas menimbulkan efek dalam terjadinya efek komunikasi massa tersebut.

Efek sosial

Efek sosial berkaitan dengan perubahan struktur  atau status sosial seseorang. Media massa dapat mempengaruhi pengetahuan, cara berfikir, interaksi ataupun prilaku seseorang. Misalkan seorang pegawai cleaning service yang hanya lulus sma, namun rajin mencari tahu dan mempelajari mengenai cara memasak serta seluk beluk usaha katering, lalu kemudian membuka usaha katering. Dengan bantuan media massa orang tersebut dapat merubah status sosialnya yang awalnya hanya pegawai rendah mejadi seorang pemilik usaha.

Efek Perasaan Terhadap Jenis Media

Jenis media yang digunakan dalam menyampaikan pesan, tentu saja akan memiliki connection tersendiri pada penikmatnya. Semisal, kita lebih nyaman dengan televisi atau kita lebih nyaman mendapatkan informasi yang lebih banyak melalui sosial media.

 

 

 

 

New Media

New Media sangat berkaitan erat dengan basis teknologi. Oleh karena itu, new media sering dikait-kaitkan dengan pengembangan teknologi yang sekarang sedang berkembang pesat. Menurut Vin Crosbie dalam karyanya “What is new media?” menjelaskan ada tiga media komunikasi. Pertama media interpersonal yang disebut one to one. Media ini memungkinkan seseorang saling komunikasi atau tukar informasi dengan seseorang lainnya. Kedua dikenal sebagai mass media. Media ini digunakan sebagai sarana menyebarluaskan informasi dari satu orang ke banyak orang (one to many). Media komunikasi terakhir disebut new media karena dalam media ini merupakan percepatan sekaligus penyempurnaan dari dua media sebelumnya. Lebih jauh media ini digunakan untuk mengkomunikasi ide maupun informasi dari banyak orang ke banyak orang lainnya (many to many).

New Media dalam penelitian ini meminjam pendekatan yang digunakan Sonia Livington, bahwa istilah “new” disini lebih dipahami sebagai apa yang baru bagi masyarakat, yakni dalam konteks sosial dan kultur, bukan dengan sematamata memahaminya hanya sebagai sebuah piranti atau artefak dimana lebih berkaitan dengan konteks teknologi itu sendiri. Artinya definisi New Media disini dapat dibatasi sebagai ide, perasaan, dan pengalaman yang diperoleh seseorang melalui keterlibatannya dalam medium dan cara berkomunikasi yang baru, berbeda dan lebih menantang (Ride & Andrew). Salah satu ciri khas yang menandai New Media adalah adanya kombinasi antara 3C, yaitu computing and information technology (IT), jaringan komunikasi (communications network), dan digitalisasi (digitized media and information content). Selain itu terdapat beberapa cirri umum yang lain yaitu “Dua i” yang dikenal sebagai karakteristik utama dari New Media, yaitu individualisasi (individualization) dan interaktivitas (interactivity)[3]

 

Media Massa

          Media merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa inggris yaitu mass yang memiliki arti kelompok atau kumpulan. Maka dari itu, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain.

Media massa adalah salah satu alat yang dimana dapat memenuhi kebutuhan manusia akan informasi maupun hiburan. Media massa sendiri merupakan hasil produk teknologi modern yang dimana digunakan sebagai saluran dalam komunikasi massa dan juga merupakan salah satu elemen penting dalam proses komunikasi massa.

Saluran yang disebut media massa tertentu, diperlukan dalam berlangsungnya komunikasi massa yang berdasarkan bentuknya media massa dikelompokan diatas

A. Media Cetak, yang meliputi surat kabar , majalah , buku ,brosur dan sebagainya

B. Media Elektronik, seperti radio , televisi , film , dan sebagainya

Fungsi Media Massa

Fungsi Informasi

          Media massa merupakan penyebar informasi”bagi pembaca , pendengar , atau pemirsa. Bermacam informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan dengan informasi tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di lingkungan sekitar kita dan sebagian informasi nya tidak didapat dari ruang lingkup sekolah ataupun tempat kerja ,melainkan berasal dari media.

 

Fungsi Pendidikan

          Media massa” merupakan sebuah sarana atau media pendidikan bagi khalayak. Karena pada dasarnya media massa banyak sekali memberikan atau menyajikan hal yang bersifat mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah dengan melalui pengajaran nilai , norma , etika , serta aturan aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca

Fungsi Mempengaruhi

Fungsi mempengaruhi dari media massa secara tersirat terdapat pada features , iklan , artikel dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh macam informasi yang disajikan oleh media. “Dalam hal ini, khayalayak akan terpengaruhi oleh informasi ataupun pesan dalam tulisan tersebut sehingga tanpa sadar khalayak melakukan tindakan sesuai dengan yang diinginkan oleh media tersebut.”

Fungsi Menghibur

Fungsi media yang dapat mengisi sisa ruang-ruang ketika sedang letih karena sibuk akan kerjaan maka media akan mengambil alih dan akan menghibur mereka. Menghibur sendiri sebenarnya merupakan bagian terakhir pada media massa, Namun justru dalam prakteknya menghibur itu lebih dominan pada media massa saat ini.[4]

Media Sosial

Adanya media dengan segala kelebihannya telah menjadi sebuah bagian hidup manusia. Perkembangan zaman menghasilkan keragaman media, salah satunya adalah media sosial. Media sosial ialah sebuah media di internet yang dimana memungkinkan penggunanya untuk mewakili dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama , berbagi , berkomunikasi dengan pengguna lain , dan membentuk sebuah hubungan sosial secara virtual.

Media sosial juga merupakan media digital tempat realitas sosial terjadi dan ruang waktu para pemakainya berinteraksi. Nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat maupun komunitas juga muncul bisa dalam bentuk yang sama atau berbeda di internet. Pada dasarnya, beberapa ahli yang meneliti internet melihat bahwa media sosial di internet adalah gambaran apa yang terjadi di dunia nyata, seperti plagarisme

Manfaat Media Sosial

1.Mempromosikan Bisnis

Tidak heran apabila di zaman sekarang ini yang telah berkembang akan teknologinya dengan media sosial yang dapat mencangkup massa yang sangat besar serta jarak yang luas akan dijadikan sebagai cara untuk memasarkan produk yang kita jual atau memperkenalkan bisnis yang sedang kita jalankan.

2.Menyimpan protofolio

Jika kamu bekerja di bidang dunia kreatif maka media sosial dapat menjadi tempat penyimpanan portofolio, portofolio itu dapat membuktikan bahwasanya anda merupakan seseorang yang professional dalm bidang kreatif yang anda jalankan.Selain itu akan memudahkan anda apabila menemukan klien atau mendapatkan klien baru anda dapat lebih mudah memberikan portofolio anda karena anda telah menyimpan portofolio anda di media sosial.

3.Menjalin Relasi

Faktanya menjalin hubungan yang baik di media sosial tidak selalu buruk juga,ternyata masih terdapat sisi hal positif nya terutama di bidang yang anda sukai. Dengan itu, anda dapat berkenalan dan menambah pertemanan bahkan sebuah hubungan yang sangat berkontribusi dalam karir atau perjalanan hidup anda.

 

Hukum Media Massa

Hukum Media merupakan hukum yang mengatur tentang ketentuan-ketentuan media massa sebagai alat komunikasi massa. Hukum media mencangkup hukum media cetak, hukum media penyiaran , film , hukum cyber , dan hukum pers. Ketentuan yang diatur adalah perihal masalah isi media , prosedur penggunaan media kepemilikan media dan sebagainya.. Hukum media massa memiliki tujuan yang bisa dikelompokan yaitu:

1. Pertama untuk mengendalikan media massa. Dalam konteks ini peranan hukum media massa yakni merupakan instrumen untuk membatasi media massa agar tidak melencenga dari keinginan,misalnya pemerintah. Pada titik inilah hukum media massa disebut memiliki karakter politik. [5]

2. Kedua untuk mengatur media massa agar perperilaku wajar sesuai dengan keinginan masyarakat,agar tidak merugikan masyarakat .Dalam konteks ini berarti media massa memiliki karakter sosial.

Konsep media massa mengacu kepada sarana yang terorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas terhadap khalayak didalam batas waktu tertentu.

Pasal 28F UUD 1945:

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi atau pesan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak untuk mencari, memperoleh , memiliki , menyimpan , mengolah , dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

UU 40/99 Tentang Pers Pasal 6:

Pers Nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut:

a.memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui

b.menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan

c.mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang kuat

d.melakukan pengawasan,kritik,koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

e.memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

 

Ruang Publik dan Pers

          Istilah dalam ruang public dan pers menurut habermas ini diawali dengan kata jurnalistik, Kata jurnalistik sendiri berasal dari kata “jour” dalam bahasa perancis yang memiliki arti “catatan harian”. Sejak zaman romawi kuno , Julius Caesar telah dikenal kata “Acta Diurma” yang berarti segala kegiatan dari hari kehari (pengumuman pemerintah , dan lain sebagainya).

Istilah jurnalistik pada saat ini, mungkin sudah sering terdengar dan tidak asing lagi di telinga kita. Di era sekarang ini berbagai media informasi dan telekomunikasi sangat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat, khususnya di perkotaan, bahkan media massa dapat mempengaruhi masyarakat sampai kepelosok-pelosok pedesaan. Televisi dan radio bukan lagi sebuah barang yang dianggap mewah , sehingga banyak masyarakat di desa yang memilikinya dan juga membuat media massa itulah kerap sering termuat istilah jurnalistik. Karena media massa sebagai saran penyaluran kegiatan hasil kerja jurnalistik.

Memasuki era industrialisasi , apalagi setelah ditemukan alat media cetak kegiatan catatan berlangsung dalam skala yang lebih besar serta lebih cepat.

Maka dari itu, dari sinilah kegiatan jurnalistik sendiri dapat dinamakan pers. Kegiatan jurnalistik yang dikelola oleh pers bukan hanya  sebagai kegiatan penyampaian informasi atau pesan semata tetapi juga dilengkapi oleh unsur bisnis dan persaingan antar lembaga. Maka dari itu, memberikan efek pada berita yang semakin banyak dan informasi yang menandai zaman baru di teknologi seperti dengan adanya poster, telegram , telfon , radio , televisi , maupun internet pada saat ini.

Pers sendiri yang dimana sebagai lembaga public harus berperan aktif dalam membangun ruang public yang sehat, kemudian relasi ruang public dan pers  itu juga menjadi sebuah perhatian habermas dalam karyanya “The Structural Transformation of The Publichspheres”(1989) Habermas menganalisis bagaimana perkembangan pers terjadi seiring dengan perkembangan  ruang public, Kemudian Habermas mengemukakan gagasan nya mengenai ruang public politik yakni momen yang demokratis dalam masyarakat modern sebagai fokus pemandu yang utama bagi upaya teoritis filosofinya.

Istilah public pada awalnya memiliki pengartian keningratan yang memperlihatkan hak hak  keistimewaan yang dimiliki oleh bangsawan. Pengertian public berkembang sampai ditemukannya pandangan hukum romawi yang tegas dalam medifinisakan public sebagai kepentingan umum. Habermas membagi ruang public ke dalam dua jenis yaitu:

1.     Ruang Publik Politik

2.     Ruang Publik Sastra

Keberadaan dua jenis ruang public ini mempunyai makna dan ciri yang sama  yaitu ruang tersebut dapat diakses semua orang , kemudian terdapatnya kesetaraan , status sosial yang dikesampingkan , tumbuhnya kegiatan kritis public serta berkembangnya ruang public kearah komudifikasi. Nah perkembangan ruang public yang erat dengan literasi masyarakat membuat munculnya kegiatan jurnalistik, pers di eropa. Kemudian kemunculan pers ditandai dengan dua hal yaitu:

1.     Kebutuhan informasi yang berkaitan dengan kepentingan perdagangan atau komersial

2.     Kegiatan masyarakat dalam ruang public sastra yang mulai banyak menghasilkan penerbitan seperti jurnal-jurnal, pamflet , newslatter dan sebagainya.

Perkembangan ruang public telah melahirkan kelas kelas baru dalam masyarakat eropa, istilah “bourjuis” pun meluas dan tidak hanya sebatas mereka yang bergerak di dalam dunia bisnis dan perdagangan melainkan kelas menengah yang datang dari berbagai profesi, Nah, mereka inilah yang berkecimpung dalam ruang public politik dan ruang public sastra yang pada akhirnya menjadi embrio kemunculan pers. [6]

Metode penelitian yang dipakai atau ditulis oleh Yadi Supriadi ,penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang dimana menggunakan jenis penelitian Deskriptif Interpretif didalam penelitian ini sudut pandang Habermas digunakan sebagai unuk menganalisis objek penelitian. Sumber data pada penelitian ini adalah kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian, literatul primer yang digunakan  dalam penelitian ini adalah karya dari Habermas sendiri yang langsung berkaitan dengan objek penelitian antara lain “The Structural Transformation of The Publicspheres” . Sedangkan pada literalur sekunder yang digunakan adalah literalur yang mengkaji pemikiran Habermas salah satu nya karya Trilogy F.Hadirman yaitu kritik ideology menuju masyarakat komunikatif dan demokratif liberatif.



[1] B A B Ii, ‘Istilah Ini Bersumber Dari Perkataan’, 2005.

[2] Tewolde Berhan Gebre Egziabher and Sue Edwards, ‘済無No Title No Title’, Africa’s Potential for the Ecological Intensification of Agriculture, 53.9 (2013), 1689–99.

[3] Iwan Darliansyah, ‘Bab Ii Tinjauan Pustaka Aplikasi’, Hilos Tensados, 1 (2005), 1–476.

[4] B A B Ii and Tinjauan Pustaka, ‘6 “ 1)’, 9–34.

[5] S Sos and others, ‘Pengertian Hukum Media Massa’, 1–33.

[6] 2002 Ahmad Y. Samantho, ‘Ragam Jurnalistik’, 12–54.

Komentar