Relasi Masa Melalui Komunikasi Massa
Relasi Masa Melalui Media Massa
Pengertian Komunikasi Massa
Komunikasi massa dalam tinjauan praktis merupakan proses yang
dimana penyampaian pesannya dari komunikator (pengirim) kepada komunikan
(penerima) dengan menggunakan atau memakai media massa yang berguna sebagai
perantaranya. Di sisi lain pengiriman pesannya menggunakan media massa, pihak
komunikan dalam komunikasi massa ini tidak hanya berjumlah satu orang saja,
tetapi melibatkan banyak orang. Dengan kata lain pesan dalam komunikasi massa
ini sendiri ditujukan kepada massa.[1]
Dalam komunikasi massa sendiri media yang dipakai sangatlah banyak sekali yang
digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi yang mencangkup jarak atau
massa yang luas, saluran komunikasi yang sering digunakan dapat berupa media
massa cetak, elektronik, atau media massa online.
Saluran media massa cetak
biasanya digunakan untuk mengirim pesan yang bersifat teks atau visual. Jenisnya
meliputi koran , majalah , tabloid , poster , pamflet. Sementara media massa
elektronik, ialah media pengiriman pesan secara mekanis yang dimana penyampaian
pesan atau informasi nya bersifat audio untuk radio ,televisi dan lainnya. Lalu
terdapat media massa online yang dimana media online ini dalam penyampaian
pesan lebih cepat dan lebih bergairah , dimana khalayak dapat berperan aktif
juga sebagai komunikator atau komunikan. Itu dikarenakan media online
menggunakan jaringan internet sehingga pengguna bisa saling memberikan feedback
secara cepat.[2]
Berbeda dengan radio ataupun televisi yang cenderung menjadikan khalayak
sebagai penerima pesan saja tanpa umpan balik.
Karakteristik Komunikasi Massa
Komunikasi massa
berbeda dengan komunikasi antarpesonal dan komunikasi kelompok. Perbedaan itu
terdapat pada komponen – komponen yang terlibat didalamnya, dan juga proses
berjalannya komunikasi tersebut. Namun agar komunikasi massa ini tampak jelas ,
maka pembahasannya perlu dibandingkan dengan komunikasi laiinya.
Karakterististik komunikasi sebagai berikut:
1.
Komunikator
Terlembagakan
Ciri komunikasi massa yang pertama ini adalah terletak pada
komunikatornya. Dengan mengingat , bahwasanya komunikasi massa sendiri
melibatkan lembaga , dan komunikatornya pun bergerak dalam sebuah organisasi
yang kompleks. Jadi, berapa orang yang terlibat dalam komunikasi massa itu ,
berapa macam peralatan yang digunakan dan berapa banyak biaya yang diperlukan
sifatnya relatif. Namun yang pasti, komunikasi massa itu kompleks.
2.
Pesan
Bersifat Umum
Komunikasi massa itu sifatnya terbuka, yang dimaksud adalah
komunikasi massa itu ditujukan kepada semua orang dan tidak ditujukan untuk
sekelompok orang tertentu. Oleh karena itu, pesan komunikasi massa bersifat
umum. Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta dan peristiwa yang terjadi
disekitar kita yang dapat dimuat dalam media massa.
3.
Komunikannya
anonim dan heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen,
Komunikasi massa, komunikatornya tidak mengenal komunikan (anonim), karena
komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. Disamping anonim,
komunikan komunikasi massa adalah heterogen, karena terdiri dari berbagai lapisan
masyarakat yang berbeda
4.
Media
Massa Menimbulkan Keserempakan
Keserempakan media massa itu merupakan keserempakan kontak yang
berkaitan dengan jumlah besarnya penduduk dalam jarak yang luas dan jauh dari
komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam ruang lingkup
dan keadaan yang terpisah. Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan
komunikasi lainnya, adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan sangat luas
dan tidak terbatas. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut
secara serempak pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula.
5.Komunikasi
Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Setiap komunikasi melibatkan berbagai unsur, isi dan unsur hubungan
sekaligus. Tetapi pada komunikasi massa ini yang paling diutanakan dan paling penting adalah unsur isi. Jadi di
dalam komunikasi lainnya yang memnetukan pada efektivitas komunikasi bukanlah
struktur, tetapi pada aspek hubungan manusia, bukan pada “apanya” tetapi pada
“bagaimana”. Sedangkan komunikasi massa menekankan dan mementingkan pada
“apanya”. Dalam komunikasi massa pesan harus disusun sedemikan rupa berdasarkan
sistem tertentu dan disesuaikan dengan karakteristik media massa yang
digunakan.
5.
Komunikasi
Massa Bersifat Satu Arah
Komunikator dan komunikan tidak dapat terlihat atau erlibat secara
langsung, dikarenakan proses pada komunikasi massa ini memakai media massa.
6.
Stimulasi
Alat Indera “Terbatas”
Stimulasi alat indra tergantung pada media sosial yang digunakan.
Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, pada media radio
masyarakat atau penerima hanya mendengarkan, sedangkan pada media televisi dan
film kita menggunakan indra pengelihatan dan pendengaran.
7.
Umpan
Balik Tertunda (Delayed)
Komponen umpan balik atau yang lebih popular dengan sebutan feedback
merupakan faktor yang penting dalam bentuk komunikasi apapun. Efektivitas
komunikasi seringkali dapat dilihat dari feedback yang disampaikan oleh
komunikan.
Fungsi Komunikasi Massa
Terdapat banyak pendapat yang dikemukakan untuk mencari tau perihal
fungsi – fungsi komunikasi massa. Seperti halnya dengan definisi komunikasi
massa, fungsi komunikasi massa juga memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda
satu sama lain. Walaupun satu pendapat dengan pendapat yang lain cukup berbeda,
tetapi titik tekan mereka kemungkinan sama. Secara umum, fungsi komunikasi
massa dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
a.
Informasi
Fungsi informasi ialah sebagao fungsi paling penting yang terdapat didalam
komunikasi massa. Bagian atau unsur paling penting untuk mengetahui fungsi
informasi ini adalah berita-berita yang diberikan. Fakta-fakta yang dicari
wartawan di lapangan lalu dituangkannya kedalam tulisan juga merupakan
informasi.
b.
Hiburan
Fungsi hiburan untuk media
elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan
fungsi-fungsi yang lain. Masalahnya, masyarakat kita masih menjadikan televisi
sebagai media hiburan. Hal ini mendudukkan televisi sebagai suatu alat atau
media utama hiburan (untuk melepas lelah).Maka dari itu, jangan heran jika
jamjam prime time (pukul 19.00 sampai 21.00) akan ditayangkan acara-acara
hiburan, entah sinetron, kuis, atau acara jenaka lainnya.
c.
Persuasi
Fungsi persuasif komunikasi massa tidak kalah pentingnya dengan
fungsi informasi dan hiburan. Banyak bentuk tulisan yang kalau diperhatikan
sekilas hanya berupa informasi, tetapi jika diperhatikan secara lebih jeli
ternyata terdapat fungsi persuasi. Bagi Josep A. Devito (1997) fungsi persuasi
dianggap sebagai fungsi yang paling penting dari komunikasi massa. Persuasi
bisa datang dari berbagai macam bentuk: Pertama, mengukuhkan atau memperkuat
sikap, kepercayaan, atau nilai seseorang; Kedua, mengubah sikap, kepercayaan,
atau nilai seseorang; Ketiga, menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu;
dan Keempat, memperkenalkan etika, atau menawarkan sistem nilai tertentu.
d.
Transmisi
Budaya
Transmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang
paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan. Transmisi budaya tidak dapat
dielakkan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai dampak
pada penerimaan individu. Transmisi budaya mengambil tempat dalam dua
tingkatan, kontemporer dan historis. Di dalam tingkatan kontemporer, media
massa memperkuat konsensus nilai masyarakat, dengan selalu memperkenalkan bibit
perubahan secara terus menerus. Hal ini merupakan faktor yang memberi petunjuk
teka-teki yang mengitari media massa, mereka secara serempak pengukuh status
quo dan mesin perubahan. Sementara itu, secara historis umat manusia telah
dapat melewati atau menambahkan pengalaman baru dari sekarang untuk
membimbingnya ke masa depan.
e.
Mendorong
Kohesi
Sosial Kohesi yang dimaksud di sini adalah penyatuan. Artinya,
media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dengan kata lain, media massa
merangsang masyarakat untuk memikirkan dirinya bahwa bercerai-berai bukan
keadaan yang baik bagi kehidupan mereka. Media massa yang memberitakan arti
pentingnya kerukunan hidup umat beragama, sama saja media massa itu mendorong
kohesi sosial. Akan tetapi, ketika media massa mempunyai fungsi untuk
menciptakan integrasi sosial, sebenarnya di sisi lain media juga memiliki
peluang untuk menciptakan disintegrasi sosial. Jadi, sebenarnya peluang untuk
menciptakan integrasi dan disintegrasi sama besarnya.
f.
Pengawasan
Bagi Laswell, komunikasi massa mempunyai fungsi pengawasan.
Artinya, menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai
kejadiankejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi
menjadi dua, yakni warning or beware surveillance atau pengawasan
peringatan dan instrumental surveillance atau pengawasan
instrumental. Fungsi peringatan dapat dilihat dari pemberitaan tentang
munculnya badai, topan, gelombang laut yang mengganas, angin rebut disertai
hujan lebat, dan sebagainya.
Fungsi pengawasan peringatan
juga meliputi informasi tentang suatu wabah penyakit yang mulai menyebar akan
adanya serangan militer yang dilakukan Negara lain. Sementara itu, fungsi
pengawasan yang kedua yaitu pengawasan instrumental. Aktualisasi dari fungsi
ini adalah penyebaran informasi yang berguna bagi masyarakat. Harga kebutuhan
sehari-hari merupakan informasi penting yang sangat dibutuhkan masyarakat.
g.
Korelasi
Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan
bagianbagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya
dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai
komponen masyarakat. Bagi Charles R. Wright fungsi korelasi juga termasuk
menginterpretasikan pesan yang menyangkut lingkungan dan tingkah laku tertentu
dalam mereaksi kejadian-kejadian. Salah satu bagian terpenting dalam
menjalankan fungsi korelasi yang termasuk interpretasi bila dilihat dari Tajuk
Rencana atau Hoofd Artikel (Belanda),Leader/Leader Writer (Inggris) sebuah
surat kabar, meskipun tajuk rencana juga memiliki fungsi persuasi. Tajuk yang
biasanya ditulis oleh redaktur senior itu bagi Djafar H. Assegaff (1983)
mempunyai 4 fungsi sebagai berikut :
1. Menjelaskan berita
2. Mengisi latar belakang
3. Meramalkan masa depan
Meneruskan suatu penilaian
moral Dengan demikian, tajuk rencana mempunyai fungsi untuk interpretasi
kejadiankejadian yang ada dalam masyarakat.
h.
Pewarisan
Sosial
Dalam hal ini media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik
yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau
mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari satu
generasi ke generasi selanjutnya. Ada juga yang mengatakan fungsi pewarisan
sosial ini dengan transmisi budaya, Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988)
dua diantara ilmuwan komunikasi yang mengatakan itu, tetapi fungsi ini sama
dengan pewarisan sosial. Sebab, yang namanya budaya meliputi tiga hal, yakni
ide atau gagasan, aktivitas, dan benda-benda hasil kegiatan. Ide yang
diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya termasuk kebudayaan. Bagi
Black dan Whitney transmisi budaya media massa bisa memperkuat kesepakatan
nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Disamping itu, media juga
berperan untuk selalu memperkenalkan ide-ide perubahan yang perlu dilakukan
masyarakat secara terus-menerus.
i.
Melawan
Kekuasaan dan Kekuatan Represif
Hal yang dilupakan oleh
banyak orang adalah bahwa komunikasi massa bisa menjadi sebuah alat untuk
melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi massa berperan memberikan
informasi, tetapi informasi ynag diungkapkannya ternyata mempunyai motif-motif
tertentu untuk melawan kemapanan. Memang diakui bahwa komunikasi massa juga
bisa berperan untuk memperkuat kekuasaan, tetapi juga bisa sebaliknya. j.
Menggugat Hubungan Trikotomi Hubungan trikotomi adalah hubungan yang bertolak
belakang antara tiga pihak. Dalam kajian komunikasi hubungan trikotomi
melibatkan pemerintah, pers, dan masyarakat. Ketiga pihak ini dianggap tidak
pernah mencapai kata sepakat karena perbedaan kepentingan masing-masing pihak.
Hubungan trikotomi tersebut tidak demokratis. Disinilah komunikasi massa
melalui media massa memiliki tugas pentig untuk mengubah hubungan trikotomi
yang tidak adil tersebut. Media massa melalui berita-berita yang berbobot,
mengungkapkan peristiwa yang bertendensi politik tinggi, tetapi mampu
mengungkapkan, mengkritik kebobrokkan pemerintah yang korup dan tidak adil
manifestasi dari fungsi tersebut
Unsur-Unsur Komunikasi Massa
Komunikasi
massa ialah sebuah proses yang dilakukan melalui media
massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan
untuk menyampaikan informasi
kepada khalayak luas. Maka dari itu,
unsur-unsur penting dalam
komunikasi massa adalah:
1.Komunikator 2. Pesan 3.Media
4. Komunikan
5.
Gatekeeper 6. Noise
7. Feedback
Efek Komunikasi Massa
Efek Ekonomis
Dengan kita menggunakan komunikasi masa apapun bisa dijual dan
dibeli, semisal ketika kalian melakukan online shopping atau belanja online
yang saat ini telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi
disitu kalian hanya stay dikasur dirumah dan tidak perlu ke mall atau kemanapun
dan barang bisa datang ke tempat anda. Lalu seperti periklanan yang dapat
menggunakan media apapun media cetak,media elektronik bahkan media sosial dan
pengaruh iklan sendiri juga sangat jelas menimbulkan efek dalam terjadinya efek
komunikasi massa tersebut.
Efek sosial
Efek sosial berkaitan dengan perubahan struktur atau status
sosial seseorang. Media massa dapat mempengaruhi pengetahuan, cara berfikir,
interaksi ataupun prilaku seseorang. Misalkan seorang pegawai cleaning service
yang hanya lulus sma, namun rajin mencari tahu dan mempelajari mengenai cara
memasak serta seluk beluk usaha katering, lalu kemudian membuka usaha katering.
Dengan bantuan media massa orang tersebut dapat merubah status sosialnya yang
awalnya hanya pegawai rendah mejadi seorang pemilik usaha.
Efek Perasaan Terhadap Jenis Media
Jenis media yang digunakan dalam menyampaikan pesan, tentu saja
akan memiliki connection tersendiri pada penikmatnya. Semisal, kita lebih
nyaman dengan televisi atau kita lebih nyaman mendapatkan informasi yang lebih
banyak melalui sosial media.
New Media
New Media sangat berkaitan erat dengan basis teknologi. Oleh karena
itu, new media sering dikait-kaitkan dengan pengembangan teknologi yang
sekarang sedang berkembang pesat. Menurut Vin Crosbie dalam karyanya “What is
new media?” menjelaskan ada tiga media komunikasi. Pertama media interpersonal
yang disebut one to one. Media ini memungkinkan seseorang saling komunikasi
atau tukar informasi dengan seseorang lainnya. Kedua dikenal sebagai mass
media. Media ini digunakan sebagai sarana menyebarluaskan informasi dari satu
orang ke banyak orang (one to many). Media komunikasi terakhir disebut new
media karena dalam media ini merupakan percepatan sekaligus penyempurnaan dari
dua media sebelumnya. Lebih jauh media ini digunakan untuk mengkomunikasi ide
maupun informasi dari banyak orang ke banyak orang lainnya (many to many).
New Media dalam penelitian ini meminjam pendekatan yang digunakan
Sonia Livington, bahwa istilah “new” disini lebih dipahami sebagai apa yang
baru bagi masyarakat, yakni dalam konteks sosial dan kultur, bukan dengan
sematamata memahaminya hanya sebagai sebuah piranti atau artefak dimana lebih
berkaitan dengan konteks teknologi itu sendiri. Artinya definisi New Media
disini dapat dibatasi sebagai ide, perasaan, dan pengalaman yang diperoleh seseorang
melalui keterlibatannya dalam medium dan cara berkomunikasi yang baru, berbeda
dan lebih menantang (Ride & Andrew). Salah satu ciri khas yang menandai New
Media adalah adanya kombinasi antara 3C, yaitu computing and information
technology (IT), jaringan komunikasi (communications network), dan digitalisasi
(digitized media and information content). Selain itu terdapat beberapa cirri
umum yang lain yaitu “Dua i” yang dikenal sebagai karakteristik utama dari New
Media, yaitu individualisasi (individualization) dan interaktivitas
(interactivity)[3]
Media Massa
Media merupakan
bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari
bahasa inggris yaitu mass yang memiliki arti kelompok atau kumpulan. Maka dari
itu, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh
massa dalam hubungannya satu sama lain.
Media massa adalah salah satu alat yang dimana dapat memenuhi
kebutuhan manusia akan informasi maupun hiburan. Media massa sendiri merupakan
hasil produk teknologi modern yang dimana digunakan sebagai saluran dalam
komunikasi massa dan juga merupakan salah satu elemen penting dalam proses
komunikasi massa.
Saluran yang disebut media massa tertentu, diperlukan dalam
berlangsungnya komunikasi massa yang berdasarkan bentuknya media massa
dikelompokan diatas
A. Media Cetak, yang meliputi surat kabar , majalah , buku ,brosur
dan sebagainya
B. Media Elektronik, seperti radio , televisi , film , dan
sebagainya
Fungsi Media Massa
Fungsi Informasi
Media massa
merupakan penyebar informasi”bagi pembaca , pendengar , atau pemirsa. Bermacam
informasi dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan dengan
informasi tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di lingkungan sekitar kita
dan sebagian informasi nya tidak didapat dari ruang lingkup sekolah ataupun
tempat kerja ,melainkan berasal dari media.
Fungsi Pendidikan
Media massa”
merupakan sebuah sarana atau media pendidikan bagi khalayak. Karena pada
dasarnya media massa banyak sekali memberikan atau menyajikan hal yang bersifat
mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah dengan
melalui pengajaran nilai , norma , etika , serta aturan aturan yang berlaku
kepada pemirsa atau pembaca
Fungsi Mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi dari media massa secara tersirat terdapat pada
features , iklan , artikel dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh
macam informasi yang disajikan oleh media. “Dalam hal ini, khayalayak akan
terpengaruhi oleh informasi ataupun pesan dalam tulisan tersebut sehingga tanpa
sadar khalayak melakukan tindakan sesuai dengan yang diinginkan oleh media
tersebut.”
Fungsi Menghibur
Fungsi media yang dapat mengisi sisa ruang-ruang ketika sedang
letih karena sibuk akan kerjaan maka media akan mengambil alih dan akan
menghibur mereka. Menghibur sendiri sebenarnya merupakan bagian terakhir pada
media massa, Namun justru dalam prakteknya menghibur itu lebih dominan pada
media massa saat ini.[4]
Media Sosial
Adanya media dengan segala kelebihannya telah menjadi sebuah bagian
hidup manusia. Perkembangan zaman menghasilkan keragaman media, salah satunya
adalah media sosial. Media sosial ialah sebuah media di internet yang dimana
memungkinkan penggunanya untuk mewakili dirinya maupun berinteraksi, bekerja
sama , berbagi , berkomunikasi dengan pengguna lain , dan membentuk sebuah
hubungan sosial secara virtual.
Media sosial juga merupakan media digital tempat realitas sosial
terjadi dan ruang waktu para pemakainya berinteraksi. Nilai-nilai yang terdapat
pada masyarakat maupun komunitas juga muncul bisa dalam bentuk yang sama atau
berbeda di internet. Pada dasarnya, beberapa ahli yang meneliti internet
melihat bahwa media sosial di internet adalah gambaran apa yang terjadi di
dunia nyata, seperti plagarisme
Manfaat Media Sosial
1.Mempromosikan Bisnis
Tidak heran apabila di zaman sekarang ini yang telah berkembang
akan teknologinya dengan media sosial yang dapat mencangkup massa yang sangat
besar serta jarak yang luas akan dijadikan sebagai cara untuk memasarkan produk
yang kita jual atau memperkenalkan bisnis yang sedang kita jalankan.
2.Menyimpan protofolio
Jika kamu bekerja di bidang dunia kreatif maka media sosial dapat
menjadi tempat penyimpanan portofolio, portofolio itu dapat membuktikan
bahwasanya anda merupakan seseorang yang professional dalm bidang kreatif yang
anda jalankan.Selain itu akan memudahkan anda apabila menemukan klien atau
mendapatkan klien baru anda dapat lebih mudah memberikan portofolio anda karena
anda telah menyimpan portofolio anda di media sosial.
3.Menjalin Relasi
Faktanya menjalin hubungan yang baik di media sosial tidak selalu
buruk juga,ternyata masih terdapat sisi hal positif nya terutama di bidang yang
anda sukai. Dengan itu, anda dapat berkenalan dan menambah pertemanan bahkan
sebuah hubungan yang sangat berkontribusi dalam karir atau perjalanan hidup
anda.
Hukum Media Massa
Hukum Media merupakan hukum yang mengatur tentang
ketentuan-ketentuan media massa sebagai alat komunikasi massa. Hukum media
mencangkup hukum media cetak, hukum media penyiaran , film , hukum cyber , dan
hukum pers. Ketentuan yang diatur adalah perihal masalah isi media , prosedur
penggunaan media kepemilikan media dan sebagainya.. Hukum media massa memiliki
tujuan yang bisa dikelompokan yaitu:
1. Pertama untuk mengendalikan media massa. Dalam konteks ini
peranan hukum media massa yakni merupakan instrumen untuk membatasi media massa
agar tidak melencenga dari keinginan,misalnya pemerintah. Pada titik inilah
hukum media massa disebut memiliki karakter politik. [5]
2. Kedua untuk mengatur media massa agar perperilaku wajar sesuai
dengan keinginan masyarakat,agar tidak merugikan masyarakat .Dalam konteks ini
berarti media massa memiliki karakter sosial.
Konsep media massa mengacu kepada sarana yang terorganisir untuk
berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas terhadap khalayak
didalam batas waktu tertentu.
Pasal 28F UUD 1945:
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
atau pesan untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya serta berhak
untuk mencari, memperoleh , memiliki , menyimpan , mengolah , dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
UU 40/99 Tentang Pers Pasal 6:
Pers Nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut:
a.memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
b.menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya
supremasi hukum, dan hak asasi manusia serta menghormati kebhinekaan
c.mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang kuat
d.melakukan pengawasan,kritik,koreksi dan saran terhadap hal-hal
yang berkaitan dengan kepentingan umum.
e.memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Ruang Publik dan Pers
Istilah dalam ruang
public dan pers menurut habermas ini diawali dengan kata jurnalistik, Kata
jurnalistik sendiri berasal dari kata “jour” dalam bahasa perancis yang
memiliki arti “catatan harian”. Sejak zaman romawi kuno , Julius Caesar telah
dikenal kata “Acta Diurma” yang berarti segala kegiatan dari hari kehari
(pengumuman pemerintah , dan lain sebagainya).
Istilah jurnalistik pada saat ini, mungkin sudah sering terdengar
dan tidak asing lagi di telinga kita. Di era sekarang ini berbagai media
informasi dan telekomunikasi sangat mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat,
khususnya di perkotaan, bahkan media massa dapat mempengaruhi masyarakat sampai
kepelosok-pelosok pedesaan. Televisi dan radio bukan lagi sebuah barang yang
dianggap mewah , sehingga banyak masyarakat di desa yang memilikinya dan juga
membuat media massa itulah kerap sering termuat istilah jurnalistik. Karena
media massa sebagai saran penyaluran kegiatan hasil kerja jurnalistik.
Memasuki era industrialisasi , apalagi setelah ditemukan alat media
cetak kegiatan catatan berlangsung dalam skala yang lebih besar serta lebih
cepat.
Maka dari itu, dari sinilah kegiatan jurnalistik sendiri dapat
dinamakan pers. Kegiatan jurnalistik yang dikelola oleh pers bukan hanya sebagai kegiatan penyampaian informasi atau
pesan semata tetapi juga dilengkapi oleh unsur bisnis dan persaingan antar
lembaga. Maka dari itu, memberikan efek pada berita yang semakin banyak dan
informasi yang menandai zaman baru di teknologi seperti dengan adanya poster,
telegram , telfon , radio , televisi , maupun internet pada saat ini.
Pers sendiri yang dimana sebagai lembaga public harus berperan
aktif dalam membangun ruang public yang sehat, kemudian relasi ruang public dan
pers itu juga menjadi sebuah perhatian
habermas dalam karyanya “The Structural Transformation of The
Publichspheres”(1989) Habermas menganalisis bagaimana perkembangan pers terjadi
seiring dengan perkembangan ruang
public, Kemudian Habermas mengemukakan gagasan nya mengenai ruang public politik
yakni momen yang demokratis dalam masyarakat modern sebagai fokus pemandu yang
utama bagi upaya teoritis filosofinya.
Istilah public pada awalnya memiliki pengartian keningratan yang memperlihatkan
hak hak keistimewaan yang dimiliki oleh
bangsawan. Pengertian public berkembang sampai ditemukannya pandangan hukum
romawi yang tegas dalam medifinisakan public sebagai kepentingan umum. Habermas
membagi ruang public ke dalam dua jenis yaitu:
1.
Ruang
Publik Politik
2.
Ruang
Publik Sastra
Keberadaan dua jenis ruang public ini mempunyai makna dan ciri yang
sama yaitu ruang tersebut dapat diakses
semua orang , kemudian terdapatnya kesetaraan , status sosial yang
dikesampingkan , tumbuhnya kegiatan kritis public serta berkembangnya ruang
public kearah komudifikasi. Nah perkembangan ruang public yang erat dengan
literasi masyarakat membuat munculnya kegiatan jurnalistik, pers di eropa.
Kemudian kemunculan pers ditandai dengan dua hal yaitu:
1.
Kebutuhan
informasi yang berkaitan dengan kepentingan perdagangan atau komersial
2.
Kegiatan
masyarakat dalam ruang public sastra yang mulai banyak menghasilkan penerbitan
seperti jurnal-jurnal, pamflet , newslatter dan sebagainya.
Perkembangan ruang public telah melahirkan kelas kelas baru dalam
masyarakat eropa, istilah “bourjuis” pun meluas dan tidak hanya sebatas mereka
yang bergerak di dalam dunia bisnis dan perdagangan melainkan kelas menengah
yang datang dari berbagai profesi, Nah, mereka inilah yang berkecimpung dalam
ruang public politik dan ruang public sastra yang pada akhirnya menjadi embrio
kemunculan pers. [6]
Metode penelitian yang dipakai atau ditulis oleh Yadi Supriadi
,penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang dimana menggunakan jenis
penelitian Deskriptif Interpretif didalam penelitian ini sudut pandang Habermas
digunakan sebagai unuk menganalisis objek penelitian. Sumber data pada
penelitian ini adalah kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian,
literatul primer yang digunakan dalam
penelitian ini adalah karya dari Habermas sendiri yang langsung berkaitan
dengan objek penelitian antara lain “The Structural Transformation of The
Publicspheres” . Sedangkan pada literalur sekunder yang digunakan adalah
literalur yang mengkaji pemikiran Habermas salah satu nya karya Trilogy
F.Hadirman yaitu kritik ideology menuju masyarakat komunikatif dan demokratif
liberatif.
[1] B A B Ii, ‘Istilah Ini Bersumber Dari Perkataan’, 2005.
[2] Tewolde Berhan Gebre Egziabher and Sue Edwards, ‘済無No Title No Title’, Africa’s Potential for the Ecological Intensification of Agriculture,
53.9 (2013), 1689–99.
[3] Iwan Darliansyah, ‘Bab Ii Tinjauan Pustaka Aplikasi’, Hilos Tensados, 1 (2005), 1–476.
[4] B A B Ii and Tinjauan Pustaka, ‘6 “ 1)’, 9–34.
[5] S Sos and others, ‘Pengertian Hukum Media Massa’, 1–33.
[6] 2002 Ahmad Y. Samantho, ‘Ragam Jurnalistik’, 12–54.
Komentar
Posting Komentar